Sentra Hasil Bumi Trenggalek

Trenggalek Penghasil Jahe Merah, Jahe Gajah dan Jahe Emprit



Tidak banyak yang tahu, jika sebenarnya Trenggalek adalah daerah penghasil jahe kelas atas. Selama ini orang hanya tahu, bahwa Trenggalek adalah penghasil cengkeh dan singkong.

Orang sering mengenal bahwa salah satu pemasok jahe adalah dari Ponoroga, padahal jahe Ponorogo sebenarnya banyak berasal dari Trenggalek. Kalau melihat kontur Trenggalek, maka kota yang relatif kecil dan berada disebelah barat propinsi Jawa Timur ini memiliki kontur daerah yang unik. Trenggalek seperti sebuah lembah yang dikelilingi pegunungan, baik disebelah barat, utara dan selatan. Hanya ada celah timur saja yang relatif tidak ada pegunungannya.

Karena dikelilingi gunung, maka daerah pegunungan di Trenggalek sangatlah cocok untuk budidaya aneka jahe, baik itu jahe emprit, jahe gajah maupun jahe merah.



Jahe sangat cocok ditanam didataran tinggi dengan ketinggian diatas 700 MDPL dengan kontur tanah yang gembur dan tidak lengket. Persyaratan ini terpenuhi sempurna dengan kondisi alam yang ada di Trenggalek dan sekitarnya.

Kemudian kenapa jahe Trenggalek kurang populer dipasaran. Salah satunya jarang orang Trenggalek yang menjadi pemasar jahe ini. Kebanyakan pengepul dan pedagang jahe berasal dari Ponorogo. Sehingga pasar mengenal orang yang membawa jahe ini adalah dari Ponorogo.











Budidaya jahe di Trenggalek banyak dilakukan di pegunungan sekeliling Trenggalek, khususnya ada dibagian utara. Dari penjelasan petani disana, jahe sangat bagus dan menjadi komoditas utama bertahun-tahun.

Karakteristik jahe, berbeda dengan jenis empon-empon lainnya. Harga jahe relatif lebih fluktuatif dibanding empon-empon lainnya. Usia jahe berkisar 10-12 bulan untuk dapat dipanen, hal ini berarti panen raya jahe dilakukan setahu sekali. Namun demikian sepanjang tahun ada saja orang yang memanen jahe, namun dengan jumlah yang tidak sebanyak saat panen raya.


www.empubumi.com